Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat menggelar kegiatan bertajuk “Ngabuburit Pengawasan” pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menjadi ruang diskusi santai namun tetap substantif untuk membahas berbagai tantangan pengawasan pemilu di masa depan. Mengusung tema “Strategi Pencegahan, Pengawasan, dan Penanganan Pelanggaran”, kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengawas pemilu serta peserta yang memiliki perhatian terhadap dinamika kepemiluan.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Syarifudin menyampaikan presentasi berjudul “Perubahan Lanskap Pemilu 2029”. Dalam pemaparannya ia menyoroti bagaimana perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), berpotensi mengubah cara kampanye, distribusi informasi, hingga pola pelanggaran pemilu di masa mendatang. Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang sangat cepat membuat ruang kompetisi politik tidak lagi hanya terjadi di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang jauh lebih kompleks.

Ahmad Syarifudin menjelaskan bahwa teknologi AI memungkinkan produksi konten politik dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat. Fenomena seperti deepfake, manipulasi gambar dan video, serta produksi narasi politik otomatis berpotensi memengaruhi opini publik secara luas jika tidak diantisipasi dengan baik.

“Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, secara tidak langsung akan mengubah lanskap pemilu ke depan. Karena itu, pengawasan pemilu juga harus beradaptasi dengan perubahan tersebut,” ujarnya dalam forum diskusi tersebut. Ia juga menekankan bahwa ke depan Bawaslu perlu menyesuaikan strategi pengawasan, baik dari sisi penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun pemanfaatan teknologi dalam mendeteksi potensi pelanggaran di ruang digital.

“Jika pola kampanye dan penyebaran informasi politik semakin bergeser ke ruang digital, maka pendekatan pengawasan juga tidak bisa lagi sepenuhnya konvensional. Bawaslu perlu membangun kemampuan membaca dan mengantisipasi dinamika digital tersebut,” tambahnya.

Selain membahas tantangan teknologi, diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu, masyarakat, akademisi, serta platform digital dalam menciptakan ekosistem pemilu yang sehat. Pengawasan partisipatif dari masyarakat tetap menjadi salah satu kunci untuk memastikan proses demokrasi berjalan secara jujur dan adil.

Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini, Bawaslu Pesisir Barat berharap dapat membuka ruang refleksi sekaligus memperkaya perspektif para pengawas pemilu dalam menghadapi perubahan lanskap kepemiluan di masa mendatang. Diskusi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mempersiapkan strategi pengawasan yang lebih adaptif menjelang Pemilu 2029, sehingga integritas pemilu tetap terjaga di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.